Refleksi Pribadi Cheryl Jessie Tejo XII F1/11

Ujian Praktek yang digelar pada 12-13 Februari ini mengajari berbagai hal. kami dari kelas 12 F menampilkan sebuah kisah tentang “Gabriel Manek”. sebuah kisah yang akan selalu saya ingat dalam hidup saya terutama drama ini kami tampilkan dengan hasil kerja keras kami. Gabriel manik merupakan sosok yang sangat rendah hati di mana beliau berani untuk mendekati orang-orang kusta tanpa merasa takut tertular dengan penyakitnya. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk bisa dilakukan oleh semua orang, maka dari itu saya sangat takjub akan sikap nya yang rendah hati dan juga menampilkan nilai Vinsensian. Hal tersebut ke depannya akan membuat saya lebih ter sadar akan pentingnya untuk peka dengan keadaan disekitar kita, di mana pasti banyak orang yang membutuhkan pertolongan kita dan kita juga harus membantu mereka dengan rendah hati.

di drama kali ini saya masuk ke dalam tim Koreo, di mana tugas saya di sini adalah sebagai orang yang akan membuat gerakan untuk flash mob. pada awalnya, saya dan anggota yang lain sudah membuat koreo pada bulan Desember di tahun 2025, namun ternyata pembuatan flash min ini tidak berjalan semulus itu. Sehingga, pada saat terjadi kendala kami harus mengganti semua lagu dan gerakannya dari awal. namun hal tersebut tidak membuat kami putus asa, melainkan kami semakin mencari lebih banyak inspirasi untuk lagu dan gerakan yang akan kami buat pada ke depannya. Kami juga meminta evaluasi dari teman-teman kami yang lain sehingga kami bisa membuat yang koreo lebih baik lagi. setelah koreonya jadi saya dan dua teman saya yang lain membagi tugas untuk mengajari teman-teman yang akan berpartisipasi dalam flash mob. selama mengajar mereka menari saya selalu enjoy untuk mengajari mereka menari karena mereka sangat tertib dan seru pada saat sesi pengajarannya. Hal tersebut lah yang membuat saya semakin termotivasi, tentu pada awalnya ada beberapa kesalahan yang dilakukan seperti off beat, lupa geraknnya, gerakan yang kurang selaras. namun hari demi hari semakin sering kami melatinya secara bersamaan kami semakin mendapat tempo yang kami mau dengan baik.

hingga akhirnya tiba di hari H kami harus tampil dan 1 jam sebelum itu kami melatih lagi flash mob nya, kami biasa menyebutnya senam pagi karena latian kami cukup sering dilakukan pada pagi hari. kita semua mengingatkan satu sama lain untuk tersenyum di panggung karena kami tau bahwa ini adalah tarian terakhir di drama yang kami tampilkan ini, sehingga mereka semua harus tampil all out untuk diri mereka sendiri dan para penonton. peran saya sebagai suster dan Koreo merupakan hal yang sangat istimewa karena saya benar-benar belajar banyak dari peran dan tugas yang sudah saya dapatkan ini. Belajar untuk lebih menerima kritikan dari orang lain, untuk bertanya apa yang kurang dalam peran saya saat saya menjadi seorang suster dan lain sebagainya. semuanya berjalan dengan sangat lancar di hari kami tampil, gerakan kompak dan selaras, semua nya tersenyum.

saya harap ke depannya apa yang saya pelajari selama proses pembuatan drama kelas 12 ini menjadi sebuah pelajaran yang tak akan pernah kami lupakan dan ke depannya bisa menginspirasi orang lain untuk terus berkarya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *