






Ujian praktik dengan tema “Light for the Leper” menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama masa akhir sekolah. Kegiatan ini bukan hanya tentang menampilkan sebuah drama di atas panggung, tetapi tentang menjalani proses panjang yang penuh tantangan bersama-sama. Banyak hal tidak berjalan sesuai rencana, mulai dari penentuan konsep, pembagian tugas, hingga penyesuaian jadwal latihan. Namun justru dari situ terlihat bagaimana setiap orang belajar untuk lebih sabar, fleksibel, dan bertanggung jawab terhadap perannya masing-masing.
Dalam pementasan tersebut, peran yang dijalankan adalah sebagai seorang penderita kusta yang diselamatkan oleh Gabriel Manek. Memerankan tokoh ini memberikan pengalaman yang cukup mendalam, karena tidak hanya menuntut kemampuan akting, tetapi juga pemahaman terhadap penderitaan, penolakan sosial, dan harapan yang dimiliki oleh orang-orang yang terpinggirkan. Berusaha menampilkan emosi tersebut di atas panggung membuat proses latihan terasa lebih menantang sekaligus bermakna.
Selama persiapan, muncul berbagai perasaan yang bercampur—lelah, khawatir, kadang juga jengkel—terutama ketika hasil latihan belum sesuai harapan. Meski begitu, ada juga momen kebersamaan yang hangat, seperti saling menyemangati, membantu saat ada kesulitan, atau tertawa di sela-sela latihan. Hal-hal sederhana tersebut membuat proses yang berat terasa lebih ringan dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat.
Pengalaman ini juga mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah penampilan tidak hanya ditentukan oleh orang yang tampil di depan, tetapi oleh seluruh tim. Setiap peran, sekecil apa pun, memiliki kontribusi penting. Kesadaran ini menumbuhkan rasa saling menghargai dan membuat semua pihak merasa memiliki tujuan yang sama.
Ketika hari pementasan tiba, perasaan tegang berubah menjadi fokus. Semua usaha yang telah dilakukan sebelumnya terasa menyatu dalam satu penampilan. Setelah selesai, muncul rasa lega sekaligus bangga karena mampu melewati proses yang tidak mudah. Lebih dari sekadar hasil, yang paling berharga adalah pelajaran tentang kerja sama, ketekunan, dan arti kebersamaan.
Pada akhirnya, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam sebagai pengalaman yang membentuk karakter. Bukan hanya kenangan tentang sebuah pertunjukan, tetapi tentang perjalanan tumbuh bersama, menghadapi kesulitan tanpa menyerah, dan menyadari bahwa dukungan satu sama lain dapat membuat hal yang terasa berat menjadi mungkin untuk dijalani.






Leave a Reply