Refleksi Pribadi Elizabeth Clemenvilea S XII-F1/14

Refleksi Kegiatan Ujian Praktik
Elizabeth Clemenvilea Setiawati XII-F1/14

12 JANUARI 2026 (H-32)

Hari ini kami menjalani latihan di Bangsal Lazaris. Saya memiliki peran, sebagai koordinator kelas dan anggota sie operator. Sebelum latihan dimulai, kami membentuk lingkaran dan berdoa bersama. Karena dengan berdoa, menyadarkan saya bahwa seluruh proses ini perlu dijalani dengan sikap sederhana dan hati yang berserah.
Saat run-through berlangsung, saya bertugas mengatur nyala lampunya lampu bangsal, lampu fresnel, sementara teman-teman saya yang lain menangani videotron dan audio. Dari tanggung jawab ini saya memahami bahwa setiap bagian, meskipun tidak terlihat langsung oleh penonton, tetap berpengaruh besar terhadap jalannya pertunjukan. Saya belajar untuk bekerja dengan teliti, tetap tenang, dan  menghargai peran setiap anggota tim.

 

13 JANUARI 2026 (H-31)

Hari ini kami menjalani latihan di Francis Room. Namun, lighting Francis Room belum dapat berfungsi dengan baik sehingga latihan dilakukan tanpa adanya pencahayaan yang maksimal. Keadaan ini membuat saya belajar menerima keterbatasan dan tetap fokus pada proses, meskipun tidak semua berjalan sesuai rencana. Setelah run-through selesai, saya bersama sie scriptwriter dan sie dekor melanjutkan diskusi hingga malam untuk membahas konsep trailer serta menentukan jadwal shooting. Dari pengalaman ini saya menyadari pentingnya komitmen dan kerja sama. 

 

14 JANUARI 2026 (H-30)

Hari ini kami latihan di V-Hall. Seperti hari-hari sebelumnya, kami kembali melakukan run-through dari awal hingga akhir. Karena di ruangan ini tidak tersedia fasilitas lighting seperti di Bangsal atau Francis Room, saya hanya memanfaatkan saklar lampu untuk mengatur terang dan gelap sebagai tanda fade in dan fade out. Dari situ saya belajar untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada dan tetap berusaha maksimal meskipun fasilitas terbatas.
Selain itu, saya bersama Gwen pergi ke Pustekom untuk menanyakan beberapa hal terkait teknis penggunaan OBS. Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tidak ragu bertanya dan memastikan segala sesuatu dipersiapkan dengan jelas. Saya menyadari bahwa tanggung jawab bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga tentang inisiatif mencari solusi agar semuanya dapat berjalan lebih baik.

 

15 JANUARI 2026 (H-29)

Hari ini kami berlatih di kelas untuk mempersiapkan bagian choreo dan nyanyian. Dari situ saya belajar bahwa persiapan tidak selalu harus dilakukan di tempat besar, tetapi bergantung pada kesungguhan kami dalam berlatih. Setelah selesai, kami membersihkan kelas dengan memungut sampah kertas dan tisu yang berserakan, serta mengembalikan meja dan kursi ke posisi semula. Hal kecil ini mengingatkan saya akan pentingnya tanggung jawab dan kesederhanaan. Saya menyadari bahwa menjaga kebersihan dan kerapian ruang bersama juga merupakan tanggung jawab dari kami semua yang sudah menggunakan fasilitas sekolah.

 

16 JANUARI 2026 (H-28)

Hari ini kami berlatih di Cortez Studio Surabaya, studio milik salah satu teman sekelas kami. Kami melakukan run-through, latihan choreo dan nyanyi, serta memperhatikan detail-detail kecil yang kemudian dibahas kembali ketika evaluasi. Dari proses ini saya belajar bahwa hasil yang baik tidak hanya dibentuk oleh latihan besar, tetapi juga dari perhatian terhadap hal-hal kecil yang sering terlewat. Di sela latihan, kami memiliki waktu istirahat dan beberapa dari kami berjalan hingga Bilka untuk membeli makan siang dan kembali tepat waktu ke studio. Momen kecil ini mengajarkan saya tentang kebersamaan dan tanggung jawab untuk tetap disiplin meskipun berada di luar. Kami juga menyempatkan diri berfoto bersama di tangga studio sebagai kenangan.

 

17 JANUARI 2026 (H-27)

Meskipun pada hari Sabtu ini libur, kami tetap memutuskan untuk shooting trailer. Sie MUA dan para aktor sudah berkumpul sejak pagi di rumah salah satu teman untuk persiapan make up sebelum berangkat ke Kedung Cowek. Sementara itu, saya dan beberapa teman lain menuju lokasi setelah menitipkan mobil di rumah teman dan melanjutkan perjalanan menggunakan grab.
Setelah shooting beberapa scene di Kedung Cowek selesai, kami berpindah ke gudang di daerah Barata Jaya untuk melanjutkan shooting scene sisanya. Selain merekam trailer, kami juga mengambil beberapa footage dan foto yang akan digunakan untuk poster serta konten Instagram. Meskipun prosesnya cukup menguras tenaga, semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
Dari pengalaman ini, saya belajar tentang komitmen dan kerja sama. Proses berpindah tempat, mengatur waktu, dan menyesuaikan kondisi beberapa orang, melatih saya untuk tetap bertanggung jawab dan saling mendukung. Hari ini melelahkan, tetapi saya merasa bersyukur karena bisa merasakan pengalaman yang berbeda dan saya merasakan kebersamaan bersama teman-teman.

 

25 JANUARI 2026 (H-19)

Hari ini saya datang sedikit terlambat karena harus mengikuti tes TOEIC terlebih dahulu. Saat tiba di tempat latihan, ternyata cukup banyak teman yang berhalangan hadir sehingga tidak semua dari 36 orang hadir. Meskipun demikian, kami tetap menjalankan latihan dengan sungguh-sungguh, mulai dari membuat properti, melakukan run-through, hingga mengevaluasi bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki. Dari situ saya belajar bahwa latihan  tidak bergantung pada banyaknya orang yang hadir, tetapi pada keseriusan kami dalam menjalankan tanggung jawab.
Sepulang latihan, saya bersama beberapa teman dan pemeran utama UPRAK mengikuti misa di Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya. Momen ini juga menjadi pengingat bagi saya bahwa seluruh proses ini bukan hanya tentang persiapan penampilan, tetapi juga tentang menyerahkan usaha kami kepada Tuhan dan menjaga niat agar tetap lurus.

 

27 JANUARI 2026 (H-17)

Hari ini kami menyewa studio untuk latihan karena keesokan harinya akan diadakan latihan yang dilihat oleh guru-guru sie acara. Kami menganggap studio tersebut seolah-olah itu adalah Bangsal Lazaris, sehingga latihan terasa lebih serius dan terarah. Saya menyadari bahwa persiapan bukan hanya tentang kemampuan tampil, tetapi juga tentang kesiapan mental menghadapi penilaian. Sebelum latihan dimulai, kami memindahkan berbagai properti dari kelas ke studio. Proses ini membutuhkan beberapa mobil, dan beberapa teman dengan sukarela membawa kendaraan mereka untuk membantu. Dari pengalaman ini saya belajar tentang kerja sama dan kesediaan berkorban tenaga demi kepentingan bersama.

 

28 JANUARI 2026 (H-16)

Hari ini kami menjalani latihan di Bangsal Lazaris yang ditonton oleh guru-guru sie acara UPRAK, termasuk wali kelas kami, Bu List. Kami menerima banyak evaluasi dan masukan dari penampilan kami. Dari situ saya belajar untuk terbuka terhadap kritik dan tidak langsung merasa puas dengan apa yang sudah kami persiapkan. Setelah latihan, kami tetap mengikuti pembelajaran seperti biasa. Sore harinya, kami berkumpul di Cortez Studio untuk membahas seluruh evaluasi yang diberikan. Kami kembali berlatih choreo dan menyanyi, serta melakukan beberapa revisi pada bagian audio. Sie musik juga harus menentukan beberapa teman yang akan menggunakan mikrofon. Dari proses ini mengajarkan saya bahwa revisi membutuhkan kerendahan hati, dan kesiapan menerima perubahan demi hasil yang lebih baik.

 

29 JANUARI 2026 (H-15)

Hari ini menjadi salah satu latihan terpanjang yang kami jalani. Karena para guru sedang retret, kami mendapat hari libur, tetapi kami memilih memanfaatkan waktu tersebut untuk tetap berlatih. Kami berkumpul di studio dan membantu sie dekor serta sie properti membuat berbagai perlengkapan seperti bambu, pemukul, dan goa. Selain membuat properti, kami melakukan run-through, latihan choreo dan nyanyi, serta mulai merevisi bagian audio. Beberapa teman dipanggil untuk merekam ulang suara yang digunakan pada scene 8 agar hasilnya lebih maksimal. Proses hari ini mengajarkan saya tentang komitmen dan pengorbanan waktu. Meskipun sedang libur, kami tetap memilih bertanggung jawab demi memberikan hasil yang terbaik pada hari penampilan nanti.

 

30 JANUARI 2026 (H-14)

Hari ini kami tetap menjalani latihan seperti biasa, namun, saya tidak sempat mendokumentasikannya. Di sela latihan, kami juga mengambil beberapa footage untuk konten Instagram dengan menggunakan typewriter milik salah satu teman kami.

 

1 FEBRUARI 2026 (H-12)

Hari ini kami menjalani latihan dengan lebih serius, kemudian beristirahat dan makan bersama. Karena ini merupakan hari terakhir dalam weekend, kami juga mengembalikan seluruh properti dari Cortez Studio ke sekolah menggunakan dua mobil milik teman. Saat menaiki tangga Gedung A, kami kaget karena ada bangkai tikus yang menimbulkan bau menyengat, kemungkinan karena sekolah beberapa hari tidak digunakan. Kami akhirnya memilih menggunakan tangga lain. Meskipun situasinya kurang nyaman dan cukup mengganggu, saya belajar untuk tetap tenang. Saya juga bersyukur karena satpam membantu membukakan kelas sehingga proses pemindahan properti dapat berjalan lancar.

3 FEBRUARI 2026 (H-10)

Hari ini kami mendapat kesempatan latihan di Francis Room dan saya berusaha memanfaatkan fasilitas yang ada dengan maksimal. Saya dengan sie operator menggunakan waktu tersebut untuk mencoba berbagai kombinasi warna lighting yang disesuaikan dengan setiap scene dalam script. Dari sini saya belajar bahwa pemilihan warna dapat membantu membangun suasana dan jalannya cerita.

 

4 FEBRUARI 2026 (H-9)

Hari ini kami latihan di Bangsal Lazaris dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencoba kembali pengaturan lampu fresnel bersama teman-teman sie operator lainnya. Setelah latihan selesai, kami tetap mengikuti pelajaran seperti biasa. Sore harinya, kami kembali berkumpul di studio untuk melakukan evaluasi bersama. Proses ini mengajarkan saya untuk konsisten dan tetap berkomitmen, meskipun harus membagi waktu antara kewajiban akademik dan persiapan UPRAK.

5 FEBRUARI 2026 (H-8)

Hari ini sebelum masuk kelas, saya bertemu dengan salah satu teman kelas saya dan kami menyempatkan diri berfoto bersama poster UPRAK yang terpasang di lorong papan pengumuman. Momen ini membuat saya merasa bangga melihat hasil kerja kami mulai terlihat oleh banyak orang. Setelah itu, kami mengikuti kegiatan belajar seperti biasa. Sepulang sekolah, kami kembali menjalani latihan seperti hari-hari sebelumnya.

6 FEBRUARI 2026 (H-7)

Hari ini kami berangkat latihan seperti biasa, namun kali ini saya pergi bersama tiga teman lainnya menggunakan grab. Perjalanan itu terasa berbeda karena kami membicarakan banyak hal termasuk URPAK. Dari situ saya juga belajar bahwa proses menuju latihan menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kebersamaan dan tanggung jawab bersama.

7 FEBRUARI 2026 (H-6)

Hari ini saya datang lebih awal dari biasanya. Saya membantu menyiapkan properti sebelum latihan dimulai dan mencatat kehadiran teman-teman yang datang. Latihan hari ini juga berjalan dengan lebih serius karena waktu penampilan semakin dekat. Dari pengalaman ini saya belajar tentang tanggung jawab, bahwa datang lebih awal dan membantu hal-hal kecil merupakan hal penting terhadap tugas yang dipercayakan kepada saya.

8 FEBRUARI 2026 (H-5)

Hari ini saya ikut membantu memikirkan ide-ide untuk konten Instastory Instagram kami. Saya belajar untuk lebih kreatif dalam menyampaikan pesan agar orang lain tertarik dan memahami makna pertunjukan kami.

10 FEBRUARI 2026 (H-3)

Hari ini kami melaksanakan gladi kotor sebagai salah satu tahap penting menjelang hari penampilan. Sebelum memulai, kami berdiri membentuk lingkaran dan menyetel lagu untuk melatih kekompakan, khususnya dalam menjaga senyuman. Ketika satu orang berhenti tersenyum, lagu pun dihentikan. Dalam gladi kotor ini, saya juga mulai menyusun preset lighting dan mengevaluasi kembali beberapa warna yang sebelumnya sudah ditentukan. Ada beberapa bagian yang saya ubah karena terasa kurang mendukung suasana scene. Proses ini membuat saya semakin memahami bahwa detail teknis memiliki peran besar dalam membangun emosi penonton. 

Setelah selesai, kami tidak langsung pulang. Kami kembali berkumpul di studio untuk melakukan evaluasi bersama dan memperdalam beberapa scene yang masih terasa kurang kuat. Walaupun lelah mulai terasa, kami tetap berusaha fokus karena waktu semakin dekat. Hari ini mengajarkan saya tentang konsistensi, ketekunan, dan pentingnya saling menguatkan agar kami dapat memberikan yang terbaik pada hari H nanti.

11 FEBRUARI 2026 (H-2)

Hari ini seharusnya kami langsung latihan setelah pulang sekolah, tetapi ternyata kami diberikan waktu untuk menata preset lighting lagi. Saya bersama tim operator merevisi beberapa warna agar lebih sesuai dengan alur tiap scene. Selain itu, kami juga menyesuaikan blocking untuk bagian choreo supaya perpindahan posisi terlihat lebih rapi dan tidak bertabrakan dengan satu dan yang lain. Saya pulang menjelang sore hingga malam. Saat berjalan menuruni tangga Bangsal Lazaris, saya melihat poster UPRAK kami sudah terpasang di tangga, dan banner sambutan juga sudah ada di gerbang depan sekolah. Momen itu membuat semuanya terasa semakin nyata. Saya selfie untuk menyimpan kenangan, tetapi di saat yang sama mulai merasakan campuran rasa bangga dan deg-degan.

12 FEBRUARI 2026 (H-1)

Hari ini merupakan H-1. Setelah menonton penampilan kelas A1 – B2, kami melanjutkan latihan ke Ivy Studio di Jalan Bengawan untuk melakukan run-through terakhir. Sebelum memulai, kami berdoa bersama, menyerahkan seluruh usaha yang sudah kami lakukan selama ini. Suasana latihan terasa berbeda dari biasanya, lebih tenang, tetapi juga lebih terasa mendalam karena kami menyadari bahwa hari yang kami persiapkan selama berminggu-minggu sudah sangat dekat. Sebelum kami pergi latihan, kami juga membersihkan kelas agar pada hari H nanti ruangan terasa lebih nyaman.

13 FEBRUARI 2026 (H-0)

Hari ini akhirnya tiba pada Hari-H yang sudah kami persiapkan selama berminggu-minggu. Saat kelas E1 mulai tampil, rasa deg-degan saya semakin terasa. Saya takut melakukan kesalahan, terutama pada bagian lighting yang menjadi tanggung jawab saya. Namun ketika giliran kami tampil, semuanya berjalan dengan lancar. Saya menyadari bahwa latihan panjang, evaluasi, dan revisi yang kami jalani benar-benar membuahkan hasil. Rasa takut perlahan berubah menjadi lega dan syukur.

Di tengah kebahagiaan itu, saya melihat koko dan mama datang membawa bunga untuk saya. Mereka memuji dan memberi selamat atas penampilan kami. Momen tersebut membuat saya merasa dihargai dan bangga. Saya merasa bersyukur karena bisa memberikan yang terbaik dan melihat hasil kerja keras kami terbayar dengan baik. Setelah penampilan kelas kami, kami langsung berfoto-foto di panggung pocin, tangga gedung A, bersama para orang tua, dan wali kelas kami.
Setelah acara selesai, kami mendapat informasi bahwa kelas harus sudah bersih keesokan harinya. Tanpa menunda, kami langsung kembali untuk merapikan kelas, menata meja dan kursi seperti semula. Setelah itu, kami melakukan perjalanan terakhir ke Cortez Studio. Perjalanan itu terasa berbeda. Hari ini mengajarkan saya bahwa tanggung jawab dan kebersamaan tetap dijaga sampai akhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *