Refleksi Pribadi Gwen Dominique XIIF/17

Dalam uprak umum drama ini, saya bekerja dalam sie music dan operator bagian OBS. Uprak ini tidak hanya mengajarkan saya banyak hal baru yang saya bahkan tidak tahu sama sekali sebelumnya, tetapi juga memberi kesempatan untuk bekerja sama dalam kelompok besar. Saya juga belajar cara untuk menyampaikan pendapat dengan kepala dingin dan tujuan yang jelas sehingga dapat diproses dengan baik.

Persiapan

Dalam sie music kami mulai dari menentukan lagu yang akan digunakan untuk closing choir dan mulai meraba-raba backsound yang kemungkinan cocok dengan suasana drama berdasarkan script reading yang telah dilakukan. Kami menyadari bahwa background music sangatlah penting untuk mengisi kekosongan audio bahkan ketika dialog berjalan sehingga drama tidak terkesan terlalu ‘mentah’ dan tidak terasa canggung. Backsound ini diperlukan untuk membangun suasana dan membantu memberikan kesan yang diinginkan dari setiap dialog yang dihantarkan para aktor. Kami juga merekam suara banyak orang untuk voice-over yang digunakan dalam scene akhir-akhir, klimaks drama ini. Selama berproses bersama, saya menyadari betapa semua detail kecil dapat membuat pendengar salah fokus dan merusak suasana yang telah dibangun. Saya menyadari bahwa ternyata tugas yang sering saya lewati ketika menonton orang lain yaitu mencari beckground music, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan awalnya. Untuk mendapatkan audio yang tepat, diperlukan waktu panjang lebih dari ekspektasi saya. Tidak semua audio sedih cocok di scene sedih, tidak semua audio tegang cocok di scene tegang, dan seterusnya. Ada banyak tingkat kesedihan dan ketegangan serta perasaan lain yang terkadang tidak tersampaikan ketika audio tidak cocok. Saya belajar untuk bersabar dalam mencari dan melakukan trial and error setiap kali kami latihan. Dalam proses ini, saya sangat berterimakasih pada koordinator sie music yang sangat membimbing saya untuk melakukan hal yang tepat dalam artian menyelesaikan tugas audio tepat waktu, saling bertukar pendapat dalam peilihan audio, serta telah mengeditkan voiceover yang saya yakin tidak mudah. Saya juga sangat berterima kasih pada angggota kelas yang selalu memberikan pendapat konstruktif ketika saya membutuhkannya. Selain itu, saya merasa berterima kasih atas partisipasi teman-teman dalam merekam voiceover yang memerlukan pengulangan berkali-kali. Saya sadar bahwa tidak mudah untuk memunculkan ekspresi hanya lewat suara tanpa visual, namun teman-teman semua berhasil melakukan hal tersebut. Saya merasa kagum dan menghargai kerja keras teman-teman yang mau mengikuti arahan dalam proses rekaman. Semua hal ini mengajarkan saya bahwa semakin banyak berproses maka hasilnya juga akan semakin baik.

                                             

Dalam operator, saya mempelajari aplikasi OBS mulai dari dasar karena hal ini adalah hal yang benar-benar baru untuk saya. Oleh karena saya bahkan tidak pernah mendengar adanya aplikasi ini dan tidak memiliki pengalaman dalam bidang ini, saya berguru pada internet lewat video tutorial di Youtube dan bertanya ribuan pertanyaan pada AI. Meskipun memakan waktu, saya pelan pelan mencoba untuk memahami cara menggunakan OBS dengan paling maksimal dan efisien. Saya juga bertugas untuk mencari background yang tepat untuk setiap scene. Selain itu, karena dalam satu sesi berisi tiga kelas hanya menggunakan satu laptop, maka saya juga harus mengexport settingan OBS saya serta seluruh file file yang ada di dalamnya. Salah satu kesusahan yang saya alami adalah menyocokan ukuran background dengan videotron. Latihan di bangsal hanya terjadi beberapa kali dan karena belum tentu proporsi pada laptop akan terluhat bagus pada videotron, banyak sekali perubahan yang harus saya lakukan dalam waktu yang sangat mepet dengan penampilan. Saya juga baru tahu bahwa detail sekecil geraknya awanpun berpengaruh, tampilan akan menjadi membosankan dan jelek ketika hanya image yang di background. Oleh karena itu, saya harus mengubah semua background yang ada menjadi video yang dapat bergerak natural ketika diloop. Saya juga perlu memastikan untuk memutar audio di waktu yang tepat serta menyelaraskan nyala dan matinya videotron dengan lighting dan spotlight. Akan tetapi karena lighting dan spotlight asli baru bisa disimulasikan dua hari sebelum penampilan, saya merasa tegang dan takut terjadi kesalahan akibat kami yang belum siap sepenuhnya. Selain itu, dikarenakan saya harus menggunakan laptop milik kelas lain, tidak jarang saya panik karena adanya perbedaan kontrol dan settingan yang baru saya sadari ketika saya coba pakai yaitu saat gladi bersih. Selama seluruh proses ini, saya sangat berterima kasih pada teman-teman yang telah bekerja sama membantu saya lewat bantuan mengedit video bersama, mencari background tepat bersama, memberikan feedback yang jelas, dan bekerja sama dalam menyelaraskan ketepatan waktu nyala mati audio serta videotron. Saya disadarkan bahwa kerja sama dan komunikasi yang jelas sangat amat diperlukan.

Penampilan

Saya bersyukur karena penampilan berjalan dengan lancar. Saya berterima kasih pada semua pihak yang terlibat, sutradara dan koordinator, script writer, lighting dan spotlight, sie music, sie kostum, sie makeup, sie dekorasi, koregrafer, properti, pengurus website, MC, penerima tamu, pihak lasika, dan para guru yang telah membimbing dalam seluruh proses uprak ini. Saya sadar bahwa hanya dengan kerja sama utuh, kami dapat mewujudkan drama yang kami inginkan. Saya berterima kasih karena lewat kesempatan ini juga kami dapat belajar untuk bekerja sama dengan lebih baik, dengan kepala dingin tanpa adanya urusan pribadi melainkan untuk kebaikan bersama. Saya belajar bahwa seluruh eval yang dilakukan perlu dilaksanakan dengan efektif dalam artian eval hanya diisi oleh saran yang dibutuhkan dan membangun, bukan omong kosong atau perintah tanpa arahan jelas. Saya belajar untuk menghargai seluruh effort yang diberikan oleh semua orang, bahkan sekecil apapun itu. Pada akhirnya, pengalaman ini tidak bisa diringkas dalam beberapa kalimat karena terlalu bermakna untuk digambarkan secara singkat, namun akan terus saya ingat sebagai bagian dari proses belajar dan bertumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *