
Saat ujian praktik drama, aku mendapat tugas sebagai bagian properti. Meskipun tidak tampil di depan panggung, peranku sangat penting untuk kelancaran jalannya drama. Aku bertanggung jawab membantu membuat properti dan menyiapkan semua perlengkapan sebelum film dimulai.
Sejak awal persiapan, aku ikut membantu membuat berbagai properti yang dibutuhkan. Ada yang dibuat dari kardus, kertas warna, dan bahan-bahan sederhana lainnya. Namun, kesulitan sering muncul karena kami kekurangan bahan. Terkadang kardus tidak cukup tebal, lem habis di tengah pengerjaan, atau cat yang tersedia tidak sesuai warna yang dibutuhkan. Kami harus mencari alternatif dan berpikir kreatif agar properti tetap bisa selesai tepat waktu.
Saat hari pelaksanaan tiba, tugasku semakin penting. Ketika lampu dimatikan untuk pergantian adegan, aku segera bergerak cepat menata ulang barang-barang di panggung supaya terlihat rapi dan sesuai dengan adegan berikutnya. Waktu yang diberikan sangat singkat, jadi aku harus bekerja dengan tenang tetapi cepat. Begitu lampu dinyalakan kembali, semua properti sudah berada di tempatnya dan adegan bisa berjalan dengan lancar.
Walaupun tidak terlihat oleh penonton, aku merasa bangga karena bisa berkontribusi di balik layar. Dari pengalaman ini, aku belajar tentang kerja sama tim, tanggung jawab, dan pentingnya persiapan yang matang. Menjadi tim properti memang penuh tantangan, tetapi pengalaman ini sangat berharga bagiku.







Leave a Reply