Refleksi Pribadi Jovanna Casey Lee / XII-F / 21

Inilah perjalanan UPRAK kelas XII F dari sudut pandang saya, yang berperan di atas panggung sebagai suster serta di belakang panggung sebagai koor koreografi dan anggota sie kostum.

12 – 14 Januari 2026

Dalam ketiga hari tersebut, kita latihan di 3 ruangan besar yaitu Bangsal, Francis room, dan V-hall.

Sebelum latihan ini, sebenarnya alur ceritanya mengalami perubahan yang cukup besar. Setelah latihan bersama guru-guru pada bulan Desember kemarin, kelas kami mendapatkan banyak revisi. Salah satunya termasuk koreo yang telah dibuat oleh sie koreo.

🙃

Saya sempat merasa sedikit down, karena koreo yang telah dibuat oleh Cheryl, Gita, dan saya sendiri sudah hampir selesai, hanya perlu membuat formasi dan mengisi beberapa bagian yang masih kosong. Kami bertiga juga sudah mengajarkan koreo nya kepada anak-anak lain dan proses itu cukup rumit. Saya merasa kerja keras kami sia-sia karena harus diubah total, dan saya juga merasa tidak enak kepada anak-anak lain yang sudah berusaha dengan sangat baik untuk mengikuti choreo nya. Walaupun mereka tidak bisa atau tidak pernah nari, mereka berlatih dengan semangat agar bisa mengikutinya dengan baik.

Pada tanggal 12 Januari saat latihan di Bangsal, sie choreo berdiskusi bersama-sama untuk membuat scene nari yang lebih baik dari sebelumnya. Kami bertiga berbagi tugas untuk membuat koreo di bagian yang berbeda agar cepat selesai. Hari berikutnya (13/01/26), kami menyelesaikan koreo nya saat latihan di Francis room dan pada saat itu juga kami menunjukkan koreo lengkap nya dari awal hingga akhir kepada teman-teman yang lain. Saat pulang sekolah, saya membuat formasi. Besoknya (14/01/26), saat latihan di V-hall kami mengajarkan koreo nya kepada teman-teman yang lain.

formasi adegan nari

16 Januari 2026

📍Cortez Studio

16 Januari adalah tanggal merah, maka kelas kami menggunakan waktu tersebut dengan baik dengan latihan seharian dari pagi hingga sore. Ini adalah latihan pertama kami di studio Keiko yang telah menjadi sebuah basecamp untuk F1 selama UPRAK. Kami sangat bersyukur kepada keiko yang telah memberi F1 tempat latihan yang sangat nyaman.

17 Januari 2026: Shooting Trailer

Saya merasa sangat bersyukur karena mendapat kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan trailer. Biasanya hanya aktor dan aktris yang merekam trailer, tidak nyangka bahwa saya sendiri juga dapat kesempatan untuk melakukan hal yang sama. Walaupun proses nya tidak lama, pengalaman ini menyenangkan dan berharga buat saya.

23 Januari – 7 Febuari 2026

 

Seiring berjalannya waktu, kami semakin mendekati ke hari-h. Dengan jadwal latihan yang padat, saya merasa ada beberapa momen dimana kita semua merasa jenuh, lelah, dan capek, karena kita melatih hal yang sama berulang-ulang kali. Ada momen dimana kami frustrasi karena merasa kurang puas dengan hasil nya. Dan juga tentunya ada terjadi kesalahpahaman, miskomunikasi, dan kesal terhadap satu sama yang lain. Tetapi, semua hal ini wajar. Perjalanan ini pasti tidak mudah, akan ada suka dan duka dalam prosesnya. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kami mampu saling menguatkan dan membangkitkan semangat kembali saat menghadapi kesulitan. Saya percaya bahwa kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menampilkan yang terbaik dari diri kami dan melampaui ekspektasi kami sendiri pada tanggal 13 Februari 2026. Ini menjadi motivasi saya selama menuju ke hari-h.

12 Febuari 2026: H-1

“Guys, ayo run-through terakhir”

Pada hari itu, kami latihan untuk terakhir kalinya. Setelah berlatih pertunjukan berdurasi 20 menit ini secara intens selama satu bulan, kami melakukan run-through terakhir pada hari tersebut. Rasanya sangat bittersweet. Di satu sisi, ada rasa lega karena semua proses panjang ini akhirnya sampai di titik akhir. Namun, di sisi lain, muncul perasaan sedih karena kebersamaan dan momen-momen seru selama latihan perlahan akan menjadi kenangan.

Jumat, 13 Febuari 2026: Hari-H

Akhirnya hari ini tiba juga, hari dimana XII F1 akan menunjukkan hasil kerja kerasnya kepada semua orang. Kami memulaikan hari dengan berdoa bersama Bu List agar penampilan kami akan berjalan dengan lancar. Bu List memberi pesan penting kepada F1: kita tidak tau apa yang akan terjadi saat di panggung. Walaupun kita sudah berlatih berkali-kali, terkadang insiden itu memang tidak bisa dihindari. Yang bisa dilakukan adalah menghadapinya dengan tenang. Maka apapun yang terjadi, the show must go on.

Awalnya deg-degkannya belum terasa. Saya masih bisa berbincang dan bercanda bersama teman-teman saya seperti biasa, saya juga berrias dengan santai dan tenang. Tetapi saat kelas XII-D2 sudah selesai tampil, saya mulai merasa gugup dan deg-deg kan. Kami duduk melingkar untuk briefing terakhir kalinya. Semua pesan yang ingin disampaikan dikeluarkan pada saat itu juga. Setelah itu kami meditasi bentar dan dilanjutkan dengan doa.

Saat jalan bersama-sama dari kelas menuju ke bangsal, deg-degkan nya semakin kencang. Saat tiba di backstage, masing-masing fokus ke hal nya sendiri-sendiri, maupun itu seting properti, masang clip-on, melatih dialog, koreo, ataupun ekspresi untuk terakhir kalinya. Sebelum penampilan dimulai, kami juga menyempatkan diri untuk saling menyemangati satu sama lain.

Saya merasa semua bisa ngaku bahwa penampilan F1 pada hari itu adalah tampilan terbaik kami. Rasanya sangat lega karena semuanya berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir. Sulit untuk menggambarkan betapa bangganya saya terhadap kami semua. Menurut saya, penampilan kami hari itu berhasil melampaui ekspektasi kami sendiri. Di balik panggung, saat mendengar dialog satu per satu, saya bisa merasakan emosi yang disampaikan dan usaha maksimal yang mereka berikan. Semua orang benar-benar melakukan yang terbaik —baik para aktor, operator, maupun seluruh tim di belakang panggung. Saya merasa semua kerja keras dan run-through yang kami jalani akhirnya terbayar. Setelah foto, kami nonton penampilan kami bersama-sama. Kali ini tidak lagi diakhiri dengan evaluasi, tetapi dengan tepuk tangan yang penuh dengan rasa bangga.

Saya sangat bersyukur karena telah mengalami proses ini bersama teman-teman F1. Saya percaya perjalanan ini terasa menyenangkan karena kebersamaan kami. Dari pengalaman ini, saya belajar banyak hal, terutama saat diberi tanggung jawab sebagai koor koreografi. Sejujurnya, saya sempat merasa tertekan karena ada ekspektasi tinggi terhadap peran saya dalam UPRAK ini. Saya takut hasil yang saya berikan tidak sesuai harapan teman-teman saya. Pengalaman ini mengajarkan saya untuk lebih percaya pada proses dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bersama tim. Saya merasa lebih tenang karena ada Gita dan Cheryl yang sangat membantu saya. Proses membuat koreo ini jauh lebih menyenangkan dan mudah karena ada mereka.

Saya memiliki sedikit penyesalan, yaitu saya merasa kontribusi saya sebagai anggota sie kostum belum maksimal. Saya ikut membantu, tetapi saya merasa bahwa inisiatif dan keterlibatan saya masih kurang. Saya sadar dan paham bahwa saya memegang dua peran sekaligus, namun hal tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengurangi tanggung jawab saya di sie kostum. Saya menyadari bahwa ketika saya diberikan tanggung jawab oleh sutradara, itu berarti ada kepercayaan bahwa saya mampu membagi waktu dan peran dengan baik. Karena itu, muncul perasaan gagal karena merasa belum sepenuhnya memenuhi tanggung jawab tersebut. Meskipun saya tetap berkontribusi, saya tahu bahwa sebenarnya saya bisa melakukan lebih banyak dan memberikan usaha yang lebih maksimal. Penyesalan ini menjadi pembelajaran penting bagi saya ke depannya, agar saya bisa lebih bertanggung jawab, proaktif, dan berani mengambil inisiatif ketika diberi kepercayaan dalam suatu tim.

UPRAK ini menjadi salah satu kenangan berharga di kelas XII, bukan hanya karena hasil akhirnya, tetapi karena proses panjang yang kami jalani bersama. Semua lelah, tawa, dan perjuangan yang kami lalui akan selalu saya ingat sebagai bagian penting dari perjalanan kami sebagai satu tim. Itu saja dari saya, Thank You UPRAK F1!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *