Refleksi Ujian Praktik Umum

Berikut merupakan perjalanan menuju UPRAK XII-F berjudul “Gabriel Manek: Light for the Leper” dari sudut pandang saya, yang berperan sebagai scriptwriter dan operator mic.
Sebelum adanya latihan, kelas kami melakuka pemilihan struktur kepanaitiaan untuk pelaksanaan UPRAK agar semua dapat berjalan dengan lancar. Strutur kepanitiaan dibentuk bersama sesuai dengan keinginan masing-masing.
Agustus-Oktober 2025
Pada jangka waktu ini, kami melakukan pemilihan tokoh yang akan kami angkat. Dimana setelah berbagai trial and error kami bertemu dengan tokoh kami yaitu Gabriel Manek.
10 Oktober 2025

Scriptwriter dan sutradara memulai proses pembuatan naskah.
November 2025
Setelah berhasil membuat naskah, kami melalukan script reading dengan satu kelas agar semua anggota kelas bisa memiliki pemahaman yang sama mengenai naskah kelas kami. Selama proses ini kami juga melakukan beberapa latihan.
Awal Desember 2025
Kami terjadwal untuk melakukan latihan di bangsal bersama para guru. Dimana setelah latihan ini, kami mendapatkan masukan bahwa naskah yang telah kami buat belum cukup menarik untuk pagelaran karya yang akan datang. Disini kami menerima berbagai masukan dan mendengarkan berbagai saran dari guru dengan harapan dapat memperbaiki naskah yang telah kami buat. Tentunya disini para scriptwriter dan sutradara merasa down, karena merasa bahwa waktu yang telah kami tuangkan telah terbuang secara sia-sia.
16 Desember 2025

Para scriptwriter dan sutradara berkumpul dan melakukan perubahan naskah, dimana naskah diubah dari awal sampai akhir. Dengan harapan bahwa naskah ini dapat selesai secepat mungkin.
Januari-Februari 2026






Kami melakukan latihan setiap pulang sekolah selama jangka waktu Januari hingga Februari. Karena terjadi perombakan naskah, para pemeran harus mengenal ulang karakter mereka sehingga pada awal-awal latihan kami banyak terlihat bahwa tujuan utamanya untuk membantu para pemeran untuk terbiasa dengan peran yang mereka masing-masing miliki. Selama proses latihan ini, kami juga mendapati banyak masukan mengenai naskah yang telah dibuat, sehingga perlu ditemukannya solusi dari masalah yang telah diberitahukan. Oleh karena itu, naskah kami juga mengalami beberapa perubahan hingga mendekati hari-h tampil.
Secara perlahan latihan UPRAK kami semakin bertujuan untuk menyelesaikan detail-detail kecil para drama. Seperti postur tubuh. Timing dan ekspresi pemeran yang mungkin selama ini dirasakan kurang tepat, dan lain sebagainya. Selain itu sie perkap dan dekor juga mulai membuat dan menyempurnakan properti yang akan digunakan pada drama kami. Diantara semua properti yang kelas kami miliki, yang paling memakan banyak waktu dan usaha merupakan goa, sehingga terkadang jika terlalu banyak pemeran yang ijin dilakukan penyelesaian pembuatan goa.
Selama latihan kelas kami berjalan saya belum bisa melakukan apa-apa selain menyimak dan memberi masukan bagi para pemeran selama proses latihan, karena selain sebagai script writer peran yang saya miliki adalah sebagai operator mic, dimana saya hanya bisa mencoba pada gladi kotor dan gladi bersih.
Melihat teman-teman saya yang lainnya memiliki kesibukan masing-masing pada proses latihan membuat saya sedikit sedih karena saya merasa bahwa kontribusi yang bisa saya berikan selama proses latihan ini masih kurang. Dimana yang lainnya harus ganti baju, saya tidak melakukan hal tersebut. Dimana operator lainnya dapat mencoba lighting dan background, saya belum bisa melakukan apa-apa. Karena terjadinya ini saya belajar untuk menjadi lebih sabar dan peka terhadap sekitar sehingga saya bisa memberikan bantuan mau itu sekecil apapun untuk siapapun.
10-11 Februari 2026

Pada tanggal 10 Februari 2026 kelas F mendapatkan jadwal gladi kotor yang paling terakhir. Pada awalnya saya mengira bahwa pada gladi kotor sudah bisa melakukan pencobaan mic clip-on sehingga pada gladi bersih tidak ada kesalahan satupun. Namun ternyata pada glasi kotor mic clip-on hanya ditujukan untuk para pemeran agar mereka masing-masing tau cara memindahkan dan mendapatkan simulasi bagaimana perpindahan mic clip-on untuk hari H.
Pulang sekolah dari gladi kotor kelas kami melakukan latihan, dimana perputaran mic clip-on saya ubah setelah melihat hambatan yang ada pada perputaran mic clip-on saat gladi kotor.
Keesokan harinya pada tanggal 11 Februari 2026, kelas F memiliki jadwal gladi bersih paling awal. Sehingga kami datang kesekolah lebih pagi agar dapat melakukan persiapan. Pada hari ini, saya pertama kali menjalani tugas saya sebagai operator mic.
Pada awalnya saya memiliki kebingungan mengenai timing nyala matinya mic serta volume untuk masing-masing pemeran dan adegan. Saya menggunakan rekaman gladi bersih dan run through pada latihan terakhir untuk mencatat semua yang menurut saya membingungkan pada gladi bersih, agar pada tampilan hari-H tidak ada kesalahan.
13 Februari 2026

Hari pertujukan kami telah tiba. Selagi menunggu jadwal tampil kami, para pemeran kelas melakukan latihan tari dan nyanyi agar semua ekspresi on point. Para pemeran juga melakukan persiapan yaitu makeup, hairdo, dan kostum. Selain itu, untuk menunggu waktu kami juga menyaksikan pertujukan dari kelas lain. Secara pribadi saya tidak mengalami kegugupan pada awal hari, namun setelah mendengar cerita mengenai kesalahan teknis pada mic yang terjadi pada kelas lain, saya menjadi tenggelam dengan cemas. Sehingga sejam sebelum pertujukkan kami saya membaca ulang semua catatan yang saya miliki, dengan harapan bahwa saat tampil semua yang telah saya hafalkan dapat tersalur dengan baik.
Selama pertujukan kami, saya bisa menikmati beberapa adegan seperti adegan tari dan adegan nyanyi. Menyaksikan semua itu membuat saya merasa begitu beruntung karena saya bisa menjalani perjalanan yang lama ini dengan teman-teman yang mampu membuat semua terasa begitu singkat dan ringan. Tentunya selama proses menjelang pertujukan kami melalui beberapa hal yang tidak menyenangkan. Namun menurut saya justru peristiwa seperti tersebutlah yang membuka pintu untuk mengenal satu sama lain lebih lanjut, dan membuat diri kami masing-masing begitu bangganya dengan pertujukan kami.
Menyadari bahwa UPRAK telah berlalu mengundang berbagai perasaan yang campur aduk bagi saya. Di satu sisi saya merasa begitu lega dan puas akan pertujukan kami, dan saya sangat bahagia telah melalui semuanya sehingga tanggungannya sudah tidak berada di punggung kami lagi. Namun, di sisi lain saya merasa begitu sedih. Selama menjadi siswa St. Louis saya selalu merasa bahwa UPRAK merupakan kegiatan yang terlihat begitu jauh. Tetapi pada kenyataannya UPRAK bukanlah suatu hal yang jauh lagi untuk kami. Bahkan semua telah berlalu, yang berarti waktu yang kami miliki dengan satu sama lain semakin menipis. Tetapi di atas semuanya saya memiliki rasa bangga dan bersyukur yang berlimpah terhadap semua teman-teman saya. Thank you F1!







Leave a Reply