



Ujian praktik akan menjadi salah satu kenangan saya di masa SMA, XII-F1 mengambil judul “Gabriel Manek: Light for the Leper”, peran saya dalam uprak kali ini adalah sebagai koordinator properti, sie properti sendiri merupakan sie yang akan selalu bekerja di balik layar bahkan hingga hari h uprak. Jujur jadi seorang koordinator properti sendiri itu tidak mudah, apalagi “sie properti” punya riwayat yang jelek pada saat pagelaran P5 kelas XI, jadi pastinya saya memiliki tuntutan yang besar untuk menjadi koordinator properti untuk uprak kali ini.
Perjalanan kami tidak semulus yang orang lihat tiba-tiba sudah jadi properti di hari h, pada akhir november-awal desember pada saat itu kami bisa dibilang sangat ngebut, kami berhasil merencanakan bahkan sudah menyiapkan properti yang akan kami gunakan. Namun, tepatnya pada 15 Desember 2025 semuanya berubah, ketika kami latihan bersama guru dan ternyata kami menerima kritikan bahwa kami seharusnya mengganti semua script kami yang berujung properti yang kami pakai pun harus berubah, dan pada akhirnya semua properti yang kami siapkan tidak jadi digunakan dan berujung sia-sia.
Akhirnya script yang baru pun sudah selesai dan kita harus memutar otak lagi untuk menentukan properti apa yang akan digunakan, namun setelah perundingan yang cukup lama ternyata dari script baru kami, sepertinya tidak memungkinkan untuk adanya properti besar. Akhirnya kami menyiapkan kembali semua properti yang dibutuhkan, namun kami tetap merasa ada sesuatu yang kurang dari uprak kami, karena biasanya uprak ini identik dengan properti yang besar dan banyak. Sempat terjadi perdebatan panas di kelas kami tentang masalah properti. Akhirnya setelah keadaan yang panas, kami memutuskan untuk membuat gua, menurut saya goa ini sendiri menjadi salah satu hal yang paling ikonik untuk “sie properti”.
Pembuatan gua pun memakan waktu yang sangat lama dan pastinya banyak sekali masalah, jujur saja pembuatan gua ini sangat melelahkan, mulai dari mencari bahan untuk gua, dan proses pembuatannya yang dilakukan diluar jam sekolah dan di sela minggu ujian harian. Namun, kami tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik, agar hasilnya juga luar biasa. Setiap selesai latihan saya bersama sie properti yang lain selalu pergi ke sekolah bahkan pada saat malam hari untuk mengembalikan properti yang sudah digunakan selesai latihan, ada suatu hari kami mengembalikan properti sampai jam 20.30. Rasanya sangat melelahkan sekali, apalagi pada saat buat gua sampai sore padahal pulang sekolah sudah sore, terus masih harus ngangkat” properti naik turun tangga malam-malam.
Saya sebagai koordinator juga memiliki tugas untuk mengatur bagaimana caranya agar properti bisa keluar masuk dengan cepat pada saat hari h, membagi tugas setiap anak, mengkoordinasikan agar tidak ada kesalahan. Jujur memang tidak mudah menjadi seorang koordinator properti, karena seringkali merasa kesulitan pada saat mengatur anak-anak, belum lagi pada saat briefing tapi ada yang sibuk sendiri yang berujung harus mengulang perkataan 2-3x, rasanya setiap hari emosi selalu meluap tapi apa boleh buat, saya sebagai koordinator harus bisa memberi contoh yang baik agar apa yang mereka lakukan nantinya juga baik. Saya tidak mau menjadi koordinator yang hanya bisa memberi perintah tanpa memberi contoh jadi saya berusaha untuk memberi contoh terlebih dahulu, untungnya anak-anak properti ini cepat beradaptasi dan cepat tanggap, jadi mereka cepat belajar. Pada hari h pun saya merasa puas dan bangga melihat hasil kerja keras dan latihan kami tidak sia-sia, meskipun pada saat latihan hasilnya kurang memuaskan bahkan selalu terlambat atau ketinggalan. Puji Tuhan pada saat hari pelaksanaan tidak ada kesalahan yang terjadi
Dalam ujian ini sendiri saya memiliki peran sebagai seorang warga, penari, sekaligus penyanyi. Menjadi warga yang awalnya saya anggap remeh ternyata juga cukup melelahkan karena suara saya habis menjelang hari h karena harus berteriak, bahkan setiap kali latihan pun harus bisa mengekspresikan dengan maksimal. Penyanyi dan penari juga, apabila ada kesalahan pasti harus mengulang dari awal dan selalu kena marah. Jujur saja uprak ini menyenangkan dan saya bangga bisa menjadi bagian dari uprak kelas XII-F1







Leave a Reply