Refleksi Pribadi Mercy Aurelia Lukas XII F1/26

Ujian praktek merupakan salah satu pengalaman yang tidak akan saya lupakan sampai kapanpun. Pertama, saya sangat bersyukur berada di kelas XII F1, karena saya merasa memiliki keluarga yang selalu mendukung satu sama lain. Ujian praktek kami mengangkat judul “Gabriel Manek: Light for the Leper”. Cerita hidup tokoh Gabriel Manek sangat menarik, namun ada satu bagian dalam hidupnya yang sangat menampar diri saya. Bagian dimana ia rela merendahkan dirinya untuk mewujudkan rasa empati kepada orang-orang kusta, yang notabene dijauhi oleh banyak orang. Saya merasa sangat tertampar karena selama ini saya masih sering menghiraukan orang-orang yang lemah dan terpinggirkan, bahkan orang terdekat saya. Lewat empati yang ditunjukkan oleh Gabriel Manek, saya menyadari panggilan Allah untuk menjadikan kita sebagai terang dunia yang tidak hanya membantu, namun menyatakan sinar kasih Allah kepada dunia. 

Saya masuk ke dalam sie audio, dimana saya mengatur semua audio, voice-over yang digunakan untuk ujian praktek ini. Saya tidak berperan dalam drama, namun saya ikut menari dan menyanyi di dalam pertunjukan ini. Saya memiliki tugas untuk menentukan iringan lagu dalam setiap adegan pertunjukan ini. Saya menyadari bahwa tugas ini tidak kalah penting dari tugas-tugas sie lainnya, karena lewat iringan audio kita bisa menyalurkan perasaan yang semestinya dirasakan oleh penonton pada saat mereka melihat pertunjukkan kita. Berkali-kali saya mengganti audio setiap scenenya, namun saya tidak menyerah begitu saja. Saya ingin memberikan yang terbaik dalam hal-hal sederhana seperti ini. Contoh lain pada saat saya memilih lagu untuk menjadi penutup pertunjukan kami. Saya tahu bahwa lagu yang mengiringi proses pemakaman tokoh utama harus dipertimbangkan secara matang. Maka dari itu, saya berdiskusi dengan anggota sie saya mengenai lagu yang sesuai dengan suasana adegan penutup. Pada akhirnya, kami memilih lagu The Prayer. Mungkin bagi banyak orang terdengar bagus karena suasana lagu tersebut megah, namun dibalik itu juga terdapat makna lagu yang sangat mendalam. Dalam proses pemilihan lagu ini, saya merasa terharu karena teringat akan cerita hidup Gabriel Manek. Lagu ini sangat mencerminkan kisahnya, dimana di tengah kesulitan Gabriel Manek, ia tetap mengandalkan Tuhan sampai akhir hidupnya.

Dari proses latihan, semuanya berjalan tidak mudah. Perombakan script pada saat libur bulan Desember membuat saya khawatir akan kelanjutan uprak ini. Namun, teman-teman tidak menyerah. Saya bersyukur karena anggota scriptwriter secara cepat memikirkan ide-ide kreatif baru untuk menggantikan script lama. Selain itu, berlatih untuk memerankan peran masing-masing tidaklah mudah, namun para pemeran terutama Joseph mau untuk belajar, mau untuk mencoba sehingga mereka dapat menghidupi perannya itu pada saat pertunjukkan. Belajar menari dan menyanyi pun tidaklah mudah. Setiap pertemuan latihan, kita selalu berlatih kekompakan dalam menari dan menyanyi. Tidak semua anak bisa menari dan menyanyi, tetapi mereka bisa memberikan yang terbaik. Saya merasa sangat down saat mengulang kembali audio-audio untuk mengiringi drama uprak ini. Banyak sekali pengulangan yang membuat saya pada akhirnya hampir menyerah pada saat mengedit. Namun, ini adalah tanggung jawab saya dan saya merasa saya harus yakin bahwa kita semua pasti bisa. Pada akhirnya, pada saat selesai proses editing, saya merasa sangat bangga. Tidak hanya pada diri saya sendiri, tetapi pada semua anggota kelas yang turut ikut campur dalam proses pembuatan scene 8 yang tidak akan saya lupakan. Saya mungkin tidak berpengalaman dalam proses mengedit audio, namun saya belajar terus menerus, mencoba terus menerus, dan di support oleh teman-teman meyakinkan bahwa pasti bisa, pasti jadi.

Tiba saatnya hari penampilan kita, tanggal 13 Februari 2026. Saya merasa sangat gugup karena kita tampil pada urutan yang paling terakhir. Namun, saya yakin bahwa kita dapat memberikan yang terbaik sebagai penutup pagelaran karya tahun ini. 30 menit sebelum mulai, saya memastikan bahwa semua teman-teman tetap tenang dan tidak panik. Keadaan di backstage sangat gelap, namun apapun yang terjadi penampilan kita harus tetap berjalan. Saya sangat bersyukur semua anggota kelas XII F1 dapat memberikan yang terbaik. Saat kita menari bersama, saya merasakan sukacita yang luar biasa. Akhirnya, semua pengulangan, kesalahan, dan kelelahan ini terbayarkan oleh penampilan kita tadi. Saya bersyukur atas guru-guru, teman-teman, orang tua, dan pihak-pihak lain yang membantu kelancaran proses kegiatan ujian praktek kita. Saya berharap kegiatan ujian praktek ini dapat menjadi memori yang tidak akan dilupakan oleh kelas kita. Selain itu, juga dapat menjadi sarana agar kita saling membangun satu dengan yang lain untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *