Refleksi Pribadi Regina Patricia Simogiarto XII F1/27

Senin, 8 Desember 2025

Hari ini di kelas, kami melakukan latihan menari untuk persiapan flash mob ujian praktik. Saya merasa kaget sekaligus tidak menyangka ketika terpilih menjadi salah satu penari oleh teman-teman koreografer kelas kami. Saat pertama kali diajarkan koreografi, saya sempat merasa takut karena gerakannya membutuhkan perubahan yang cukup cepat, namun rasa takut itu sedikit berkurang karena saya bersyukur koreografinya tidak terlalu panjang. Ketika kami mencoba menari bersama-sama, suasananya masih terasa kacau karena kami belum sepenuhnya hafal gerakan, tetapi dari pengalaman ini saya belajar untuk lebih berani mencoba, dan terus berlatih agar ke depannya bisa tampil lebih baik.

Senin, 12 Januari 2026

Hari ini kelas kami melakukan latihan runthrough untuk naskah baru. Setelah tahun lalu kami terpaksa mengganti naskah secara total karena menurut guru-guru penguji alurnya terlalu datar dan tidak memiliki klimaks, di tahun ajaran baru 2026 ini kami mencoba memulai kembali dengan konsep yang benar-benar baru, mulai dari tokoh, adegan, hingga alur cerita. Dalam kegiatan hari ini, saya menjalankan peran sebagai koordinator sie dekorasi sekaligus mengoordinir dan mengerjakan konten feed Instagram, khususnya untuk “Meet the Team”. Pengerjaan dilakukan bersama teman-teman di sela waktu istirahat, sambil mendokumentasikan proses latihan dan kegiatan yang berlangsung.

Selasa, 13 Januari 2026

Hari ini kelas kami latihan di Francis Room untuk mempelajari koreografi yang baru. Saya merasa senang dengan koreografi ini karena gerakannya menyenangkan dan memberi semangat, meskipun cukup menantang karena durasinya lumayan panjang, sekitar dua menit. Di sisi lain, sie dekorasi juga mulai mencari berbagai pilihan font yang akan digunakan untuk poster kelas agar sesuai dengan konsep yang diinginkan. Pada malam harinya, sie dekor melanjutkan diskusi melalui Discord bersama sie scriptwriter untuk memikirkan alur cerita serta konsep trailer. Dari rangkaian kegiatan hari ini, saya merasakan pentingnya komunikasi antar sie agar semua persiapan bisa berjalan dengan baik dan saling mendukung.

Rabu, 14 Januari 2026

Hari ini kami melakukan latihan runthrough dari awal hingga akhir sehingga alur pertunjukan dapat terlihat secara menyeluruh. Melalui latihan ini, kami bisa mengevaluasi bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki agar penampilan nantinya lebih rapi dan menyatu. Di sisi lain, sie dekorasi kembali melanjutkan pengerjaan desain untuk Instagram serta melakukan finalisasi pemilihan font-font yang akan digunakan. Dari kegiatan hari ini, saya belajar bahwa konsistensi dan ketelitian sangat dibutuhkan, baik dalam latihan maupun dalam proses desain, agar hasil akhir yang ditampilkan bisa maksimal dan sesuai dengan konsep yang telah direncanakan.

Jumat, 16 Januari 2026

Hari ini kelas kami latihan di Cortez Photo Studio, salah satu studio milik teman sekelas kami. Selama latihan, kami juga belajar untuk menjaga kebersihan studio sebagai bentuk rasa hormat kepada pemiliknya, seperti membuang sampah pada tempatnya serta memastikan lampu dan AC dimatikan setelah selesai digunakan. Selain itu, hari ini sie dekorasi mengerjakan desain Meet the Team dengan mengatur grid Instagram agar tampil rapi dan konsisten sehingga bisa segera diposting. Dari kegiatan hari ini, saya menyadari pentingnya kepedulian terhadap fasilitas bersama.

Sabtu, 17 Januari 2026

Hari ini kami melaksanakan shooting trailer yang dimulai sejak pagi hari. Sejak pukul 05.30, tim makeup dan pemeran orang kusta sudah harus datang lebih awal untuk memulai proses makeup yang cukup memakan waktu. Saya pun ikut bangun pagi karena bertugas mengoordinir jalannya kegiatan shooting sekaligus membantu mengatur transportasi. Setelah persiapan selesai, kami melanjutkan shooting di Kedung Cowek, Pantai Kenjeran. Saat berada di lokasi, saya sempat merasa kurang nyaman karena banyaknya ulat bulu yang membuat saya jijik, namun saya berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya dan tetap fokus pada tugas saya. Untungnya, proses shooting di Kedung Cowek dapat selesai tepat waktu. Setelah itu, kami melanjutkan shooting ke Gedung Baratajaya untuk pengambilan scene lainnya. Perjalanan dari lokasi pertama ke lokasi kedua cukup memakan waktu, tetapi setibanya di sana kami bisa langsung persiapan untuk rekaman berikutnya. Kami melakukan setting smoke machine untuk menciptakan efek visual yang menarik pada trailer. Dari pengalaman hari ini, saya belajar tentang rela berkorban, meskipun saya tidak masuk dalam trailer, saya tetap harus mengambil tanggung jawab untuk memastikan acara berjalan sesuai jadwal dan rencana.

Minggu, 25 Januari 2026

Hari ini saat latihan saya merasa cukup lelah karena kami berlatih dari pukul 11 hingga 17. Seperti biasa, kami melakukan runthrough dari awal sambil memperbaiki ekspresi dan intonasi suara agar penyampaian adegan terasa lebih hidup. Di sela latihan, saya juga meminta kritik dan saran mengenai progres poster kelas yang sudah dikerjakan sejauh ini. Dari teman-teman kelas, saya mendapatkan banyak masukan dan kritikan yang cukup membangun, meskipun menyadarkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki oleh saya dan tim dekorasi. Dari pengalaman hari ini, saya belajar untuk lebih terbuka terhadap kritik, tidak mudah menyerah, dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar hasil yang dicapai bisa lebih maksimal.

Selasa, 27 Januari 2026

Hari ini sepulang sekolah, kami semua pergi ke Vision Studio di Marvel City untuk latihan. Latihan di studio ini terasa lebih nyaman karena tempatnya lebih luas sehingga kami bisa bergerak dengan lebih leluasa. Pada hari ini juga, saya memperbaiki revisi poster kelas dengan mengeditnya di Photoshop dibantu oleh teman saya. Namun, pada akhirnya seluruh konsep poster harus dirombak dan kami harus memulai dari nol. Jujur saja, saat itu saya merasa sangat kecewa karena perubahan dilakukan secara last minute. Meskipun begitu, saya mencoba menerima keadaan karena hal tersebut demi kebaikan kelas dan tetap menjadi tanggung jawab saya sebagai bagian dari sie dekorasi. Akhirnya, saya dan teman-teman melanjutkan diskusi serta pengerjaan poster baru melalui Discord hingga larut malam, meskipun keesokan harinya ada ulangan sejarah. Dari pengalaman ini, saya belajar tentang komitmen, pengorbanan waktu, dan tanggung jawab untuk tetap memberikan yang terbaik bagi tim.

Rabu, 28 Januari

Hari ini kami melakukan latihan di depan guru-guru di Bangsal Lazaris. Saat latihan berlangsung, saya merasa cukup takut dan tegang untuk menampilkan latihan secara langsung di hadapan para guru. Setelah latihan selesai, guru-guru memberikan berbagai kritik dan saran yang sangat berarti, seperti properti goa yang perlu dibagi menjadi beberapa bagian, perbaikan pada beberapa scene yang masih kurang jelas sehingga sulit ditangkap oleh penonton, serta arahan mengenai bagaimana seorang uskup seharusnya bersikap dan bertindak di atas panggung. Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa detail-detail kecil ternyata sangat penting dan perlu dipertimbangkan dengan matang agar pesan cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.

Kamis, 29 Januari

Hari ini di sela-sela latihan bersama kelas di Cortez Studio, sie dekorasi mengerjakan pembuatan properti bambu yang akan digunakan dalam scene warga. Kami berusaha agar properti tersebut dari kejauhan terlihat menyerupai bambu asli dengan memainkan bayangan serta gradasi warna hijau, kuning, dan cokelat. Proses pengecatan dilakukan bersama-sama dengan membagi tugas pada tiap bagian agar pengerjaannya bisa lebih cepat. Hasilnya, properti bambu dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan rasa puas karena kerja sama tim yang solid serta hasil yang sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Jumat, 30 Januari 2026

Hari ini setelah latihan bersama seperti biasa di Cortez Studio, sie dekorasi dan sie properti melanjutkan pengerjaan properti goa. Kami harus mengelem kertas satu per satu agar membentuk tekstur menyerupai batu-batu yang nantinya akan tersusun menjadi sebuah goa besar. Selama proses pembuatan, tangan saya sempat terasa sakit karena beberapa kali terkena panas lem tembak. Pembuatan properti goa ini memang memakan waktu yang cukup lama karena merupakan properti terbesar yang kami miliki, namun dengan kerja sama dan saling membantu, prosesnya tetap bisa berjalan dan terasa lebih ringan. Dari pengalaman ini, saya belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan pentingnya kerja tim dalam menyelesaikan tugas yang besar.

Kamis, 5 Februari 2026

Hari ini di sekolah kami melakukan latihan bersama di Francis Room. Latihan di sana terasa lebih enak dan efektif karena kami bisa sekaligus mencoba penggunaan lighting sehingga suasana tiap adegan dapat lebih terasa. Setelah pulang sekolah, kami melanjutkan kegiatan di Cortez Studio. Di sana, sie dekorasi kembali mengerjakan properti goa dengan merapikan bentuknya agar terlihat lebih menyatu, lalu melakukan pengecatan menggunakan piloks hitam untuk memperkuat kesan gelap dan realistis.

Jumat, 6 Februari 2026

Hari ini, seperti biasa sepulang sekolah kami langsung bergegas menuju Cortez Studio agar tidak terlambat dan bisa latihan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh director. Pada latihan kali ini, kami sangat fokus pada latihan menyanyi dan menari, memastikan setiap gerakan dapat dilakukan dengan kompak agar feel yang ingin disampaikan bisa benar-benar dirasakan oleh penonton. Selain latihan, sie dekorasi juga melanjutkan pengerjaan properti goa bagian atas. Dari kegiatan hari ini, saya belajar tentang pentingnya disiplin waktu, fokus, dan kerja sama agar seluruh persiapan dapat berjalan sesuai rencana dan menghasilkan penampilan yang maksimal.

Sabtu, 7 Februari 2025

Hari ini kami latihan di Cortez Studio dan melakukan runthrough secara menyeluruh. Pada bagian nyanyian, kami mencoba mengatur agar suara laki-laki bisa lebih terdengar dan seimbang. Selain itu, latihan juga difokuskan untuk membenarkan gerak tubuh main character pada scene pergulatan batin agar emosi dan pesan yang ingin disampaikan dapat lebih terasa. Di sisi lain, sie dekorasi dan sie properti melakukan finalisasi properti goa dengan menyemprotkan cat abu-abu dan hijau untuk memberi dimensi, serta menempelkan kertas hijau satu per satu agar terlihat seperti lumut.

Kamis, 12 Februari 2026

H-1 akhirnya tiba. Sepulang sekolah, kami sekelas langsung menuju Ivy Studio untuk melakukan runthrough terakhir sebelum hari H. Pada momen ini, suasana latihan terasa berbeda karena kami sudah sampai di tahap akhir persiapan. Setelah latihan, kami melakukan meditasi dan refleksi bersama sebagai satu kelas. Kami saling berkomunikasi, menyampaikan berbagai reminder penting untuk hari H, serta menguatkan satu sama lain agar semua benar-benar siap, baik secara fisik maupun mental. Dari kegiatan hari ini, saya merasakan kebersamaan dan kekompakan yang semakin kuat, sekaligus menyadari bahwa persiapan mental sama pentingnya dengan latihan teknis.

Jumat, 13 Februari 2026

Hari H akhirnya tiba, dan pada hari ini kami mendapatkan giliran tampil paling terakhir. Meskipun demikian, kami benar-benar menampilkan yang terbaik dan semaksimal mungkin. Hasil dari hampir tiga bulan latihan yang dilakukan hampir setiap hari akhirnya dapat tersampaikan melalui drama yang kami bawakan dengan penuh totalitas. Setiap peran berhasil ditampilkan dengan sangat baik, bahkan terasa lebih maksimal dibandingkan saat latihan. Main character mampu mewujudkan sosok yang rendah hati dan berhasil memicu emosi para penonton. Saat bagian tari, kami menari dengan penuh kegembiraan hingga membuat penonton ikut merasa senang, lalu ditutup dengan paduan suara yang berhasil mengharukan. Setelah penampilan berakhir, kami akhirnya menyadari bahwa seluruh proses panjang selama kurang lebih tiga bulan ini telah terbayarkan dengan hasil yang memuaskan. Kami saling berterima kasih, larut dalam emosi, menangis, dan berpelukan bersama. Pada akhirnya, kami merasa sangat bahagia dan bangga karena dapat menyelesaikan semuanya serta menampilkan yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *