
Aku mendapat peran sebagai MC (Master of Ceremony) untuk kelas 12 A2, dan jujur, itu jadi salah satu pengalaman yang cukup menantang buatku. Awalnya aku merasa bangga karena dipercaya memegang peran penting dalam sebuah acara. Tapi di sisi lain, ada rasa gugup dan takut yang terus muncul, apalagi karena menjadi MC berarti harus tampil di depan banyak orang dan memandu acara dari awal sampai akhir tanpa banyak kesalahan.
Kesulitan paling terasa mulai muncul saat proses latihan. Setiap kali harus mencoba membuka acara atau membaca susunan acara, aku sering merasa suaraku kurang tegas, intonasi masih naik turun, dan kadang pikiranku tiba-tiba kosong. Rasa tidak percaya diri itu makin terasa ketika aku membayangkan penampilan yang sesungguhnya, dengan banyak pasang mata yang memperhatikan setiap kata yang kuucapkan. Aku juga sempat takut melakukan kesalahan kecil yang bisa memengaruhi jalannya acara.
Saat hari penampilan tiba, rasa gugup itu belum sepenuhnya hilang. Bahkan sebelum naik ke panggung, jantungku berdebar lebih kencang dari biasanya. Namun, aku mencoba mengingat semua latihan yang sudah kulalui dan meyakinkan diri sendiri bahwa aku mampu. Salah satu cara yang paling membantuku adalah dengan fokus ke spotlight saat tampil. Dengan menatap cahaya lampu di depan panggung, aku merasa seolah-olah berbicara kepada diriku sendiri, bukan kepada kerumunan orang. Hal itu perlahan membuat rasa takutku berkurang.







Leave a Reply