Refleksi Pribadi Christy Valerie Rianto XII-F1/12

The Final Show

Desember 2025

Perjalanan Uprak sangatlah panjang, dengan latihan terus-menerus mulai dari Desember tahun lalu setelah para scriptwriters sudah selesai membuat script. Saat itu, saya tidak muncul sebagai pemeran dalam drama, hanya di akhir saat semua menyanyi. Saya merasa agak sedih tidak dapat terlibat sebagai pemeran, namun mengingat skill akting saya yang kurang bagus, saya memahami mengapa keputusan tersebut dibuat. Saya pun mendalami peran saya sebagai anggota sie Dekorasi, dengan mengatur feeds Instagram yang akan kami unggah kemudian hari. Setelah berkali-kali latihan di ruang kelas, 15 Desember 2026 pun tiba. Pada hari itu, semuanya berubah. Itulah hari di mana kelas kami akan menampilkan hasil latihan kami selama ini, di depan beberapa guru seperti Pak Yogi, Bu Grani, dan Ma’am Vian. Setelah penampilan kami, duduk di depan mereka sambil mendengarkan betapa banyaknya kritik dan saran mereka membuat saya sadar akan banyaknya usaha yang akan harus kami lakukan untuk sungguh membuat drama Uprak kami yang terbaik dan layak dibanggakan. Meskipun sedih mendengarkan kritik dan saran mereka, kami mengetahui bahwa hal tersebut benar, bahwa kita perlu melakukan perombakan script.

Januari 2026

Setelah libur tengah semester, kami kembali berlatih dengan script baru, cerita baru, di mana saya diberi peran sebagai penari dan penyanyi dalam drama. Saya pun senang akan peran ini, dan berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kelas saya. Sebagai orang yang tidak pandai bernari, saya pun harus berusaha dua kali lipat untuk menyamakan kemampuan saya dengan yang lain, namun saya pun tidak putus asa dan terus berlatih dalam setiap latihan bersama kami, dan setiap latihan pun saya menjadi lebih hafal dan lebih sedikit kritikan dari teman-teman saya. Saat saya tidak berlatih menari, saya membantu sie Dekorasi untuk membuat feeds Instagram, dan poster dengan deadline yang semakin mendekat. Dan dengan banyaknya masukan dari teman sekelas saya yang berbeda-beda, saya menjadi bingung dengan revisi apa saja yang perlu diterapkan. Akhirnya, setelah banyaknya revisi, dan banyaknya discord call bersama untuk mendiskusikan, bahkan call dua jam hanya karena kesulitan memotong postsnya untuk diupload, saya bersama sie Dekorasi, EC, dan para direktor, telah menyelesaikan feeds Instagram, bersama poster dan trailer Uprak XII-F1.

Berikut dokumentasi latihan bersama 12-14 Januari dan saat latihan pribadi

         

         

Februari 2026

Setelah tugas itu terselesaikan, saya lebih berfokus untuk berlatih menyinkronkan tarian dan nyanyian dalam drama bersama yang lainnya, serta membantu membuat properti bersama sie Perlengkapan. Banyaknya hari kami berlatih pun bertambah, dan semakin hingga malam hari. Saya pun bersyukur dapat menjaga kesehatan selama waktu ini, dan bersyukur juga bahwa teman-teman saya juga sehat, namun saya merasa kasihan terhadap Joseph, karakter utama drama kami, yang terkena batuk dan pilek minggu-minggu dekat penampilan. Namun, saya mengagumi dedikasinya, yang terus mengikuti latihan hari demi hari, meskipun badannya sakit demikian. Saya pun tidak merasa waktu yang berlalu begitu cepat, sudah hanya seminggu lagi sebelum kita melakukan penampilan kami yang terakhir kalinya.

Berikut dokumentasi latihan bersama 2-4 Februari dan latihan pribadi

H-1 minggu

Pada 9 Februari 2026, saya bersama dengan kelas saya berlatih di V-Hall tanpa menggunakan properti dan kostum. Namun, pada hari ini juga, main character drama kami tidak masuk sekolah karena sakit, sehingga digantikan sementara oleh Vincent/Budi, salah satu direktur kami. Penampilan berlangsung cukup lancar, saya dapat melakukan peran saya sebagai penari dan penyanyi dengan baik karena sudah berlatih beribu-ribu kali. Selama penampilan kami, para guru, khususnya Ma’am Vian memberikan kritik dan saran melalui voice recording, yang kami dengarkan bersama-sama di kelas setelah selesai. Kami pun menerima masukan yang telah diberikan, sambil berdiskusi bersama mengenai apa yang dapat ditingkatkan atau diganti agar menjadi drama yang sungguh terdebest, misalnya dialog yang masih kurang pas kata-katanya, background yang kurang cocok, blocking maupun akting yang masih kurang pas juga. Dengan hanya empat hari sebelum hari-h, kami pun perlu segera memperbaikinya.

Pada 10 Februari 2026, kami melakukan gladi kotor di bangsal, di mana kami berlatih untuk memasukan dan mengeluarkan properti dengan cepat, serta lighting dan blocking, tanpa melakukan akting per scene. Kami pun menonton milik kelas XII-D1, XII-D2, dan XII-E. Saat waktunya kelas kami gladi kotor, saya merasa di backstage masih sangat kacau dan bingung, namun gladi pun berjalan cukup lancar. Menurut saya, kami harus berlatih untuk tidak menghalangi jalan satu sama lain, dan juga untuk sie perkap harus lebih lancar untuk memindahkan properti, serta karena baru pertama mencoba lighting, spotlight harus lebih stabil saat dipegang. Meskipun demikian, saya merasa blockingnya sudah bagus.

Pada 11 Februari 2026, kami melakukan gladi bersih di bangsal, mencoba semuanya mulai dari kostum, make-up, hairdo, lighting, spotlight, perkap, dan menampilkan semua scene dari awal hingga akhir. Melihat hasil gladi bersih kami, saya sungguh terpesona dengan akting semua pemerannya, terutama Joseph yang memainkan Gabriel Manek. Ia sungguh memberikan performa yang menyentuh dan mengharukan, dan saya sangat bangga kepadanya. Untungnya, gladi bersih kami berjalan lancar. Tidak ada suara properti yang glodakan, tidak ada suara clip-on yang bocor, dan operator juga tepat waktu.

Pada 12 Februari 2026, kami hanya melihat kelas-kelas lain menampilkan Uprak mereka. Setelah itu, kami pun melakukan latihan bersama untuk terakhir kalinya. Rasanya, mengharukan, menyedihkan, namun penuh dengan determinasi untuk melakukan yang terbaik untuk besok, hari tampil kami.

   

Hari H

Pada 13 Februari 2026, hari tampil kami tiba, hari terakhir kami akan menampilkan drama Gabriel Manek: Light for the Leper ini. Setelah menunggu seharian karena kelas kami baru tampil jam 2 siang, semuanya merasa nyata, saya mulai merasa takut dan gugup akan penampilan kami. Namun, saya merasa dikuatkan dengan doa novena yang kami lakukan selama persiapan Uprak ini, sehingga saya mendapatkan percaya diri yang saya butuhkan, untuk menampilkan yang terbaik untuk Uprak ini. One last performance. Di kegelapan backstage, saya hanya melihat perkap yang masuk dan keluar, diiringi suara menggelegar dari akting Joseph sebagai Gabriel Manek. Saatnya tiba saat saya menari, dan saya pun dipenuhi oleh semangat untuk menampilkan yang terbaik untuk penampilan terakhir ini, di depan para guru dan orang tua kami. Performa kami pun berakhir dengan nyanyian The Prayer, yang mengharukan ruangan. Teman-teman di sekitar saya pun mulai meneteskan air mata, dan melihat mereka, saya pun merasa terharu dan ikut menangis. Perasaan sedih bahwa sudah berakhir perjalanan kami bersama dalam Uprak ini, namun juga senang dan lega karena kami telah menampilkan drama yang patut untuk dibanggakan. Tidak ada suara yang bocor, dan semua telah menjalankan perannya dengan baik dan maksimal.

Setelah semua latihan yang telah kami jalani, semua revisi yang kami lakukan, kerja sama dan kerja keras kami, Uprak ini telah selesai. Pengalaman ini telah mengajarkan kepada saya betapa pentingnya kerja sama yang baik, pikiran yang terbuka akan kritik dan saran, serta sikap rela berkorban demi mencapai kepentingan bersama, sehingga Uprak dapat berjalan dengan lancar, dan hal itu tidak akan tercapai, tanpa usaha dan kontribusi dari kami semua. Uprak kelas XII ini menjadi memori yang menyenangkan, mendebarkan, melelahkan, mengagumkan, menyedihkan, melegakan, yang memiliki tempat spesial di hati saya, dan akan ku kenang selama-lamanya. Thank you XII-F1! Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari kelas ini, dan dapat menampilkan drama yang sungguh luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *